JAKARTA – Konsep Karnus berkolaborasi dengan platform edutainment Kasisolusi menggelar siaran langsung podcast edukasi kesehatan selama 18 jam nonstop di dalam bus yang melintasi Tol Trans-Jawa dari Jakarta menuju Sidoarjo, Jawa Timur. Kegiatan bertajuk PodBus Karnus tersebut mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai siaran langsung edukasi kesehatan terlama dari dalam bus yang bergerak.
Pencapaian ini menjadi bagian dari kampanye “95% Mahakarya Nusantara: Menembus Batas Trans-Jawa demi Kedaulatan Kesehatan Bangsa” yang diusung Konsep Karnus. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan ingin memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat sekaligus mengangkat potensi bahan baku lokal untuk mendukung pengembangan industri kesehatan nasional.
Perjalanan PodBus Karnus dimulai dari Hotel Arosa, Jakarta, pada Minggu (11/10/2026) pukul 09.00 WIB. Bus kemudian melintasi sejumlah kota, yakni Cirebon, Semarang, Surakarta (Solo), dan Surabaya, sebelum mencapai garis finis di favehotel Sidoarjo pada Senin (12/10/2026) pukul 03.00 WIB.
Selama perjalanan, podcast disiarkan secara langsung tanpa henti dengan menghadirkan praktisi medis, dokter spesialis, dan profesor dari berbagai bidang keilmuan. Berbagai topik dibahas, mulai dari penyakit degeneratif, kesehatan lambung, diabetes, dan kanker hingga biokimia tubuh serta potensi pemanfaatan sumber daya alam Indonesia untuk industri kesehatan.
Founder Konsep Karnus, Iwan Benny Purwowidodo, mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mencetak rekor, tetapi juga menjadi sarana memperluas akses masyarakat terhadap diskusi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan.
Menurut Iwan, format podcast di dalam bus yang bergerak dipilih untuk menghadirkan pendekatan edukasi yang berbeda dari seminar konvensional. Dengan dukungan platform digital dan kolaborasi bersama Kasisolusi, diskusi yang berlangsung selama perjalanan diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Gelaran podcast edukasi kesehatan selama 18 jam nonstop tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi kesehatan. Mereka di antaranya Prof. apt. Muchtaridi, Ph.D., dr. H. Hendrik, Sp.Onk.Rad(K), M.Kes., Ph.D., dr. Ary Yanuar Rahmanto, M.Si., FIHFAA, dr. Edy Subagyo, MR, serta dr. Ghifara Huda, SE. AAAK.
Para narasumber membahas berbagai persoalan kesehatan masyarakat, termasuk penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, dan gangguan lambung. Melalui dialog antara dokter, akademisi, dan Founder Konsep Karnus Iwan Benny Purwowidodo, kegiatan ini menjadi sarana untuk menyampaikan informasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, termasuk pemahaman mengenai pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
““95% Mahakarya Nusantara” menjadi pesan utama yang dibawa dalam perjalanan tersebut. Menurut Konsep Karnus, sekitar 95 persen bahan baku dalam ekosistem produk yang dikembangkannya berasal dari sumber lokal, mulai dari komoditas pertanian hingga bahan yang diproses menggunakan teknologi pengolahan dalam negeri,” terangnya, Sabtu (10/10/2026).
Iwan menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang berpotensi dikembangkan menjadi bahan baku produk nutrisi fungsional dan kesehatan bernilai tambah. Namun, pemanfaatan potensi tersebut membutuhkan dukungan penelitian, inovasi teknologi, serta penguatan industri pengolahan di dalam negeri.
Ia juga menyoroti ketergantungan industri farmasi Indonesia terhadap bahan baku impor yang, menurut data yang dirujuk perusahaan, masih berada di kisaran 90 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang Konsep Karnus mendorong pengembangan bahan baku lokal melalui kegiatan penelitian dan pengolahan.
Tinjau Tiga Fasilitas Produksi
Setelah menyelesaikan perjalanan PodBus Karnus dan rangkaian penganugerahan rekor MURI di Sidoarjo, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi tiga fasilitas produksi pada Senin (12/10/2026), mulai pukul 10.00 WIB.
Kunjungan tersebut meliputi Pabrik Kolagen Karnus di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Pabrik Nutrisi JIS, serta Pabrik Skincare SHUN. Rangkaian factory tour ini dimaksudkan untuk memperlihatkan proses pengolahan bahan baku, penerapan teknologi manufaktur, dan pengembangan produk dalam ekosistem usaha Konsep Karnus.

Di Pabrik Kolagen Karnus, peserta diperkenalkan dengan pengolahan kolagen sapi (bovine collagen) sebagai bahan baku untuk berbagai formulasi produk nutrisi dan perawatan tubuh. Perusahaan memperkenalkan fasilitas tersebut sebagai pabrik kolagen sapi halal pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara.
Konsep Karnus juga menjelaskan pengembangan teknologi pemisahan mineral dari tulang sapi. Menurut perusahaan, inovasi proses tersebut mampu memangkas waktu demineralisasi yang sebelumnya membutuhkan sekitar 15 hari menjadi kurang lebih dua jam.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kemampuan pengolahan bahan baku di dalam negeri. Adapun klaim mengenai posisi fasilitas sebagai yang pertama dan satu-satunya di kawasan Asia Tenggara merupakan klaim perusahaan.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Pabrik Nutrisi JIS yang mengolah berbagai bahan pangan untuk pengembangan produk nutrisi fungsional. Sejumlah bahan yang diperkenalkan meliputi tepung pisang, bekatul, labu kuning, oat, wortel, bayam, beras, bunga rosella, teh hijau, seledri, dan ganggang merah.
Pemanfaatan bahan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Konsep Karnus dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian Indonesia melalui pengolahan dan pengembangan formulasi produk.
Pabrik Nutrisi JIS juga menjadi bagian dari pengenalan kegiatan penelitian yang melibatkan kalangan akademisi. Salah satunya adalah kajian mengenai kesehatan lambung yang melibatkan Prof. Muchtaridi, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, bersama Iwan Benny Purwowidodo dan tim peneliti.
Penelitian tersebut mengkaji formulasi yang mengombinasikan pati labu kuning (Cucurbita moschata), pati pisang (Musa paradisiaca), dan kolagen sapi dalam kaitannya dengan mekanisme perbaikan jaringan lambung. Pengembangan ini menjadi bagian dari penelitian mengenai potensi bahan nutrisi dan mekanisme biologis yang berkaitan dengan kesehatan pencernaan.
Konsep Karnus juga memperkenalkan kajian komputasional mengenai potensi senyawa theaflavin, kelompok polifenol yang terdapat dalam teh hitam. Penelitian berjudul “Molecular Dynamics and Predictive Toxicity Insights into Theaflavin as a Potential Inhibitor of MMP-2 and MMP-9 in Breast Cancer” dipublikasikan dalam jurnal internasional Toxicology Reports.
Kajian tersebut mengevaluasi interaksi molekuler theaflavin dengan protein MMP-2 dan MMP-9 yang berkaitan dengan perkembangan kanker payudara. Hasilnya menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut, tetapi belum membuktikan efektivitas theaflavin sebagai pengobatan kanker pada manusia. Demikian pula, penelitian praklinis mengenai kesehatan lambung masih memerlukan pengujian lanjutan sebelum dapat menjadi dasar klaim efektivitas pada manusia.
Sementara itu, kunjungan ke Pabrik Skincare SHUN memperkenalkan proses pengembangan dan produksi produk perawatan kulit dalam ekosistem Beauty Karnus. Peserta mendapat gambaran mengenai pemilihan bahan baku, formulasi, proses manufaktur, serta pengendalian mutu.
Perusahaan menekankan pentingnya penggunaan bahan sesuai ketentuan keamanan kosmetik, termasuk menghindari bahan berbahaya dan memperhatikan pembatasan penggunaan zat tertentu sesuai regulasi. Pengujian keamanan, pengawasan proses produksi, dan keterbukaan informasi kandungan juga menjadi aspek yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut.
Rekor MURI sebagai Momentum Kemandirian Industri Kesehatan
Rangkaian PodBus Karnus dan kunjungan ke tiga fasilitas produksi menjadi bagian dari upaya perusahaan menghubungkan edukasi kesehatan, penelitian, pemanfaatan komoditas pertanian, dan teknologi manufaktur dalam satu ekosistem.
Melalui kampanye 95% Mahakarya Nusantara, Konsep Karnus ingin mengangkat peluang pengembangan bahan baku lokal menjadi produk bernilai tambah. Perusahaan juga berharap penguatan rantai pasok dalam negeri dapat membuka peluang keterlibatan petani, memperluas kegiatan penelitian, serta meningkatkan kemampuan industri pengolahan nasional.

Bagi Konsep Karnus, pencapaian rekor MURI menjadi momentum untuk memperluas diskusi mengenai kemandirian bahan baku dan pengembangan industri kesehatan Indonesia. Edukasi melalui podcast menjadi salah satu pendekatan untuk mempertemukan tenaga medis, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat dalam pembahasan kesehatan berbasis ilmu pengetahuan.
Iwan Benny Purwowidodo berharap gerakan tersebut dapat mendorong perhatian yang lebih besar terhadap potensi sumber daya alam Indonesia serta pentingnya pengembangan teknologi dan penelitian di dalam negeri.
“Kami berharap langkah ini mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya kemandirian bahan baku obat nasional,” kata Iwan.
Melalui pencapaian rekor MURI, kolaborasi edukasi lintas kota, dan pengenalan fasilitas produksi, Konsep Karnus berharap kampanye 95% Mahakarya Nusantara dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri kesehatan nasional yang bertumpu pada inovasi, penelitian, dan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan edukasi, metodologi Konsep Karnus, dan publikasi penelitian dapat diakses melalui situs resmi www.konsepkarnus.com.










